Blogger Widgets

widgets

Senin, 05 Mei 2014

Mengenal Teknik Subnetting

Apa itu Subnetting?
Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.

Apa tujuan Subnetting?
Apa tujuan Subnetting , Mengapa perlu subnetting atau Apa manfaat subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address
  2. Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  3. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Sebagai gambaran untuk mengenal teknik subnetting ini contoh kasusnya kira-kira seperti berikut:
Misalkan disebuah perusahaan terdapat 200 komputer (host). Tanpa menggunakan subnetting maka semua komputer (host) tersebut dapat kita hubungkan kedalam sebuah jaringan tunggal dengan perincian sebagai berikut:

Misal kita gunakan IP Address Private kelas C dengan subnet mask defaultnya yaitu 255.255.255.0 sehingga perinciannya sebagai berikut:

Network Perusahaan
Alamat Jaringan : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255

Misalkan diperusahaan tersebut terdapat 2 divisi yang berbeda sehingga kita akan memecah network tersebut menjadi 2 buah subnetwork, maka dengan teknik subnetting kita akan menggunakan subnet mask 255.255.255.128 (nilai subnet mask ini berbeda-beda tergantung berapa subnetwork yang akan kita buat) sehingga akan menghasilkan 2 buah blok subnet, dengan perincian sebagai berikut:

Network Divisi A
Alamat Jaringan / Subnet A : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.126
Broadcast Address : 192.168.1.127

Network Divisi B
Alamat Jaringan / Subnet B : 192.168.1.128
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255

Dengan demikian dengan teknik subnetting akan terdapat 2 buah subnetwork yang masing-masing network maksimal terdiri dari 125 host (komputer). Masing-masing komputer dari subnetwork yang berbeda tidak akan bisa saling berkomunikasi sehingga meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti. Apabila dikehendaki agar beberapa komputer dari network yang berbeda tersebut dapat saling berkomunikasi maka kita harus menggunakan Router.

Penghitungan Subnetting

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ;)

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2

Minggu, 04 Mei 2014

Mengenal Apa Itu IP Address

Internet sebagai sebuah “interconnected network” merupakan jaringan komputer yang sangat luas, terdiri atas gabungan jaringan komputer di seluruh dunia mulai  dari jaringan komputer milik pemerintahan, akademis, public sampai jaringan komputer pribadi. Untuk terhubung ke internet kita harus mendaftar ke ISP ( Internet Service Provider).

Agar seluruh komputer (host) yang terhubung ke internet dapat berkomunikasi, dibuatlah sebuah protocol (rule atau “aturan main”) standar  yang mengatur komunikasi data tersebut. Adalah TCP/IP yang menjadi protocol resmi untuk aplikasi internet sejak tahun 1983 hingga sekarang  (silahkan googling tentang “sejarah internet”)

Dalam Protocol TCP/IP tersebut, setiap host yang terhubung ke internet harus memiliki IP Address sebagai alat pengenal host pada network. IP Address tersebut haruslah bersifat unik, tidak boleh ada satu IP Address yang sama dipakai oleh dua host yang berbeda. Sebagai contoh situs Microsoft.com memiliki IP Address 207.46.250.119. Penggunaan IP Adress diseluruh dunia dikoordinasikan oleh lembaga sentral internet yang dikenal dengan IANA (Internet Asigned Number Authority).

Menurut Wikipedia, Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Pada pembahasan selanjutnya (dalam artikel ini) yang disebut sebagai IP Address adalah IP Address versi 4.

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa IP Address terdiri dari 32 bit (bilangan biner) mulai dari 00000000000000000000000000000000 sampai 11111111111111111111111111111111. Untuk memudahkan penulisan maka 32 bit angka biner tersebut dibagi kedalam 4 kelompok (segmen) yang masing – masing kelompok terdiri dari 8 bit (oktet) dengan dipisah oleh tanda titik(.)  sehingga penulisannya menjadi 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai  11111111.11111111.11111111.11111111 atau apabila ditulis dalam kelompok angka decimal adalah dari 0.0.0.0 sampai dengan 255.255.255.255.

IP Address sebetulnya terdiri dari dua bagian yaitu bagian Network Identifier (NetID) yang berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain dan bagian Host Identifier (HostID) yang menentukan alamat host atau komputer dalam suatu network. Jadi seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama akan memiliki bit network (NetID) yang sama. Analoginya adalah seperti alamat rumah yang terdiri dari nama jalan dan nomor rumah.

Kelas-kelas IP Address
Terdapat 5 kelas IP Address, yaitu Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D dan Kelas E yang semua itu di desain untuk kebutuhan jenis-jenis organisasi atau pemakai.

IP Address Kelas A
  • Struktur IP Address kelas A
  • 8 bit pertama berfungsi sebagi NetID dan 24 bit berikutnya  merupakan HostID
  • Bit pertama diset 0 sehingga IP Address kelas A dimulai dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 01111111.11111111.11111111.1111111 atau 0.0.0.0 sampai 127.255.255.255
  • Dengan demikian secara teori akan terdapat 128 Nework (2 pangkat7) dari 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx yang masing-masing network memiliki 2 pangkat 24 atau 16.777.216 host.
  • Secara actual hanya terdapat 126 jaringan yang tersedia karena ada 2 alamat yang disisakan untuk tujuan tertentu, yaitu 0.xxx.xxx.xxx dan 127.xxx.xxx.xxx
IP Address Kelas B
  • Struktur IP Address kelas B
  • 16 bit pertama berfungsi sebagi NetID dan 16 bit berikutnya  merupakan HostID
  • Dua Bit pertama diset 10 sehingga IP Address kelas A dimulai dari 10000000.00000000.00000000.00000000 sampai 10111111.11111111.11111111.1111111 atau 128.0.0.0 sampai 191.255.255.255
  • Dengan demikian secara teori akan terdapat 2 pangkat 14 atau 16.384 Newok dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx yang masing-masing network memiliki 2 pangkat 16 atau 65.536  host.
  • Dikarenakan ada 2 alamat yang akan digunakan untuk tujuan khusus maka hostID yang tersedia efektif adalah sebanyak 65.534 host.
IP Address Kelas C
  • Struktur IP Address kelas C
  • 24 bit pertama berfungsi sebagi NetID dan 8 bit berikutnya  merupakan HostID
  • Tiga Bit pertama diset 110 sehingga IP Address kelas A dimulai dari 11000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11011111.11111111.11111111.1111111 atau 192.0.0.0 sampai 223.255.255.255
  • Dengan demikian secara teori akan terdapat 2 pangkat 21 atau 2.097.152 Newok dari 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx yang masing-masing network memiliki 2 pangkat 8 atau 256  host.
  • Dikarenakan ada 2 alamat yang akan digunakan untuk tujuan khusus maka hostID yang tersedia efektif adalah sebanyak 254 host.
IP Address Kelas D
  • Struktur IP Address Kelas D
  • Tidak dikenal NetID dan HostID
  • Empat Bit pertama diset 1110 sehingga IP Address kelas D dimulai dari 11100000.00000000.00000000.00000000 sampai 11101111.11111111.11111111.1111111 atau 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255
  • IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone).
IP Address Kelas E
  • Struktur IP Address Kelas E
  • Tidak dikenal NetID dan HostID
  • Lima Bit pertama diset 11110 sehingga IP Address kelas D dimulai dari 11110000.00000000.00000000.00000000 sampai 11110111.11111111.11111111.1111111 atau 240.0.0.0 sampai 247.255.255.255
  • Alamat ini digunakan untuk kegiatan eksperimental.
Alamat Khusus
Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host. Address tersebut adalah :
  • Network Address.
    Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host menjadi 0. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan.
  • Broadcast Address.
    Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255. Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.
  • Loopback AddressAlamat dengan NetID 127 adalah alamat khusus yang digunakan sebagai loopback address. Alamat ini digunakan untuk menguji perangkat lunak pada komputer atau host.
Private Address
Privat Address adaah kelompok IP Addres yang dapat dipakai tanpa harus melakukan pendaftaran. IP Address ini hanya dapat digunakanuntuk jaringan local (LAN) dan tidak dikenal dan diabaikan oleh Internet. Alamat ini adalah unik bagi jaringan lokalnya tetapi tidak unik bagi jaringan global. Agar IP Private ini dapat terkoneksi ke internet, diperlukan peralatan Router dengan fasilitas Network Address Traslation (NAT).

Berikut adalah Alamat yang dicadangkan untuk jaringan private:
  • Private Address Kelas A :   
    IP Address dari 10.0.0.0 – 10.255.255.254, setara dengan sebuah jaringan dengan 24 bit host. Atau sekitar 16.777.214 host
  • Private Address Kelas B:
    172.16.0.0 – 172.31.255.255, setara dengan 16 jaringan yang masing-masing jaringan memiliki host  efektif sebanyak 65.534 host
  • Private Address Kelas C:192.168.0.0 – 192.168.255.254, setara dengan 256 jaringan yang masing-masing jaringan memiliki host  efektif sebanyak 254 host.

Selasa, 29 April 2014

Cara mengatasi Internet Modem Yang Lemot dan Tips Untuk Mempercepat Internet

Cara mengatasi Internet Modem Yang Lemot dan Tips Untuk Mempercepat Internet - Tips Trik : Internet yang lemot/lelet sudah biasa terjadi apalagi yang lagi kena maintenance pasti sering-sering susah akses situs luar dan lokal malah untuk browsing ke google ajah hampir tidak bisa, tapi maklum lah ini Indonesia jadi wajar-wajar saja kalau sering seperti itu meski sobat rajin bayar internetan perbulan hahahahaha.....
Nah disini saya akan share beberapa tips agar koneksinya tidak lemot/lelet lagi khususnya pengguna wireless broadband yang sering kena maintenance jaringan tapi sebelum itu mari kita ketahui dulu penyebab sering RTO dan maintenance :
  • FF (face factor), Faktor penyebab internetan lemot/lelet paling dominan di Indonesia jadi sebelum sobat berada di depan komputer/laptop baiknya ngaca dulu pak hahaha

  • Jangkar kapal, ini juga sangat-sangat memperngaruhi setelah FF terjadi karena 1 minggu bisa membuat internetan sobat galau
  • Cuaca (serius) ini berpengaruh apalagi cuaca hujan disertain badai kemungkinan kualitas sinyal sobat semakin buruk dari yang biasanya 4 bar menjadi 3 sampai 2 bar saja
  • Maintenance tak berujung
Akibat dari internet yang sering lelet dan RTO :
  • Neriakin sumpah serapah dan sejenisnya

  • Tugas gak kelar-kelar dan masih banyak lagi curhatan digrup sebelah mengenai ini
Nah untuk mengatasinya adalah sebagai berikut :
Ingat jangan diganggu sama siapapun usahakan fokus meskipun itu ISTRI anda sendiri jangan digubris wkwkww (sesat)



1. Optimalisasi konfigurasi windows :
  • Buka RUN dengan cara menekan tombol jendela + R (pada keyboard) dan ketika gpedit.msckemudian Enter.
  • Kemudian buka Computer Configuration - Administratif Templates - Qos Packet Scheculer - Limit Reservable Bandwith seperti pada gambar dibawah
  • Setelah itu atur settingannya seperti pada gambar dibawah dan apply
  • Sekarang kita lanjut setting port modemnya agar transfer data makin besar dan kemungkinan download dan upload makin besar juga, seilahkan sobat masuk ke device manager sekarang
  • Sekarang cari port modem sobat yang aktif sepert yang sudah saya ilustrasikan dibawah kemudian klik kanan pilih Properties 
  • Nanti jika sudah terbuka jendela properties silahkan masuk ke tab Port Setting, dan ubah Bit Per second menjadi 128000, kemudian OK
  • Setelah itu atur konfigurasi properties jaringan modem sobat dengan cara klik kanan di network pilih nama koneksinya dan klik kanan terus pilih view connection properties
  • Di tab general sobat pilih button Configure dan nanti akan terbuka jendela maximum speed (bps) sobat pilih nilai maximum yang tersedia (kebetulan modem saya support sampai 720000 bps / 7.2 mbps mungkin akan beda dengan punya sobat)

2. Optimalisasi jaringan
  • Buat reflektor atau bisa saya katakan antena penguat sinyal, sebenarnya simpel dan tidak perlu memakan banyak biaya karena sobat bisa buat sendiri
  • Cara untuk membuat antena bisa sobat lihat di link berikut :
Perbedaan antara antena biquad dan antena bazoka adalah terletak pada jenis antenanya, antena bazoka adalah antena jenis outdoor jadi akan optimal bila dipasang diluar berbeda dengan antena biquad, antena biquad sendiri sejatinya adalah antena indoor
Kelebihan antena biquad : murah dan bahannya hampir tidak perlu dibeli lagi, simpel dan tidak repot untuk mengarahkan ke BTS terdekat, download stabil.
Kekurangan antena biquad : model penangkapan sinyal tidak langsung dari BTS dalam hal ini hanya mendapatkan sinyal pantulan dari BTS meski hasil monitoring QXDM bagus kemungkinan hasil yang dicapai tidaklah maksimal
Kelebihan antena bazoka : Ping nya relatif lebih bagus ketimbang antena biquad, hasil download relatif tinggi cuman kurang stabil bahannya mesti dibeli beberapa dan lumayan mahal dikit (kantong mahasiswa).
Kekurangan antena bazoka : Meski diarahkan tepat BTS biasanya hasil monitoring QXDM masih tidak sebaik antena biquad meski begitu hasil yang dicapai dilapangan membuktikan bazoka lebih baik.
  • Monitoring jaringan dengan QXDM (wajib setelah membuat antena tapi kalau gak punya antena juga boleh memakai software ini)

3. Optimalisasi menggunakan software 
  • Gunakan Pgware Throttle, Untuk Instalasi dan Patch nya bisa dilihat dilink beriku :
  • Gunakan Cfosspeed dan Cfosslink 
  • Mencari DNS terbaik sobat dengan DNS Jumper (gunakan penggantian DNS nya jika benar-benar lemot/lelet)

  • Gunakan IDM untuk download super cepat dan jangan lupa untuk menggunakan software IDM optimizernya juga yah.


  • Hampir lupa neh, untuk cara mengganti DNS bisa manual bisa otomatis (kalau manual yah setting di windows tapi kalau otomatis bisa make DNS jumper)
    untuk manualnya silahkan lihat seperti gambar dibawah :

Nah sampai disini udah selesai sobat. mungkin agak ribet tapi bisa dibilang tipsnya ini ampuh (buat saya pribadi iya banget) 
dan efek hasil dari melakukan ini adalah :
  • Gak emosian lagi
  • Bawaannya nyegir-nyegir depan komputer/laptop (tapi MASIH belom GILA)

  • Cepet dapat cewek (bagi yang jomblo dan bagi yang udah punya cewek kemungkinan bakal dapat selingkuhan baru)

Nah akhirnya selesai sudah bagi sobat yang sudah mencoba dan berhasil jangan lupa nonton streaming harlem shake si bocah afrika yah 

Jika sobat belum berhasil kemungkinan sobat sudah kena FUP atau memang lagi maintenance jaringan 

Jangan lupa meninggalkan komentar dibawah yah ^^ bagi yang ingin copas harap cantumkan link kami diblognya, atas perhatiannya terima kasih

Sumber : http://berbagisoftware28.blogspot.com

Cara Mengambil Semua Jaringan Wifi Tanpa Software

Hai Sahabat - sahabat semua bertemu lagi dengan saya yang pada hari saya akan berbagi tips dan trik komputer buat anda. Pada artikel ini saya akan membahas tentang Cara Mengambil Semua Jaringan Wifi Tanpa Software. Mungkin teman-teman semua sudah pernah mendengar nya atau menggunakan cari ini, bagi yang belum silahkan dicoba dan di praktekkan langsung ^_^
Ingat ini hanya trik dan tips, jangan dipakai untuk menjahili orang

Oke, simak saja baik-baik caranya.

Buka CMD di Komputer/Laptop anda

  • Klik Start kemudian Cari RUN
  • Atau tekan CTRL + R
  • Pada kotak kosong silahkan isi CMD
  • Lihat gambar dibawah ini 
    CMD

  • Kemudian Tekan ENTER

Masuk ke Cara Mengambil Semua Jaringan Wifi Tanpa Software

  • Setelah anda menekan ENTER kemudian tuliskan ipconfig/all dan Tekan ENTER
  • Kemudian Lihat DNS SERVER anda
  • Disini saya menggunakan DNS 8.8.8.8
  • Seperti gambar dibawah ini 
    Lihat DNS anda
  • Kemudian Gulir kebawah CMD nya.
  • Lalu tuliskan lagi ping 8.8.8.8 -t
  • Yang berwarna merah adalah DNS saya, silahkan ganti dengan DNS anda
  • Lihat seperti gambar di bawah ini
    Klik gambar jika kurang jelas
  • Kemudian tekan ENTER, akan terlihat seperti gambar diatas.
  • Selesai !!
NB : Pada gambar diatas saya menggunakan MODEM. Jika saya menggunakan nya diwarnet PING nya mencapai 1-2 paling tinggi 5.


Oke, sekian dulu dari saya tentang Cara Mengambil Semua Jaringan Wifi Tanpa Software, semoga tutorial diatas bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih telah berkunjung.

Membuat Jaringan Wifi Dengan Router TP-LINK 3G/4G TL-MR3420 v2

Mungkin teman-teman  ada yang belum tahu atau masih bingung untuk membuat Hospot Wifi rumahan. Sayangkan, jika kita berlangganan speedy cuma bisa internetan di PC, sementara kita memiliki perangkat wireless seperti smarthpone, tablet, ataupun laptop. Dengan bermodalkan Router Wifi semua perangkat terserbut bisa mengakses internet istilahnya sambil menyelam minum air atau bahasa gaulnya satu lubang rame-rame...hi..hi..hi...

Kali ini saya menggunakan Router TP-LINK 3G/4G TL-MR3420 (versi 2). Mengapa saya memilih type ini karena router ini bisa menggunakan 2 sumber internet baik melalui jaringan speedy dengan kabel UTP (RJ45) maupun jaringan 3G/4G dari usb modem operator selular. Di pasaran Router tipe ini lebih murah dibanding merek lainnya dan settingannya lebih gampang menurut saya.



Cara menyetting Router:
Jika kita sudah berlangganan speedy kita tak perlu lagi menyeeting modem karena sudah tersetting kian. Sekarang kita tinggal menyeeting router agar bekerja sebagai hospot wifi.

- Sambungkan kabel RJ45 dari modem ke router pada slot WAN (yang berwarna biru), kemudian ada 4 slot port Lan pada Router (yang berwarna kuning) pilih salah satu terserah mau slot yang mana sambungkan ke komputer dengan kabel RJ45. urutannya seperti ini.

Modem ------Router ------Komputer  
kalo cuma menyetting router bisa juga  (Router......Komputer)

- Setelah terhubung dengan baik, buka Browse dari Mozilla, Opera atau yang lainnya. tulis di kolom http : 192.168.0.1 terus enter, mengapa harus tulisan itu kita gunakan ? ya karena itu adalah IP default dari Router TP-LINK yang saya gunakan. cara melihatnya gampang lihat dibagian bawah router pasti tertulis IP produk terserbut. 

- Setelah itu akan muncul pengisian Username dan Password. Username kita isi dengan "admin" dan Password kita isi dengan "admin". Jika berhasil akan muncul tampilan di bawah ini, jika belum berhasil pastikan IP komputer kita samakan dengan IP router dengan mengganti 192.168.0.2 atau set IP otomatis pada komputer supaya lebih gampang.


-  Selanjutnya kita pilih Quick Setup terus klik next maka akan menuju Internet Acces. Muncul 4 pilihan : 3G/4G Only, 3G/4G preferred, WAN Prepered, WAN Only,  pilih WAN Preferred karena disini saya menggunakan Speedy sebagai sumber internet utama dan usb modem sebagai cadangan.

-  Terus klik next akan muncul WAN Connection Type disini kita pilih Auto-Detect biar router yang mendekteksi jaringan secara otomatis, trus klik next. 

-  Setelah itu akan muncul pengaturan 3G/4G untuk usb modem, pilih Location: IndonesiaMobil ISPsesuaikan dengan kartu operator, maka secara otomatis pengaturan akan terset sendiri, 

-  Kemudian klik next maka akan muncul pengaturan Hospot Wifi kita, yang perlu kita ganti Wirreless Network Name (isi terserah yang nantinya akan muncul sebagai nama hospot wifi), Region kita pilih Indonesia, pilih WPA-PSK terus isikan password minimal 8 digit , password dibuat jika kita menginginkan tidak sembarang orang bisa masuk ke jaringan kita, jika kita ingin memberikan gratis klik disable security, maka sapa saja bisa masuk ke jaringan kita. Setelah itu klik next  dan Finish maka router anda sudah tersetting dan Selamat menggunakan untuk berinternetan ria dengan wifi anda.

Cara diatas juga dapat diterapkan pada jaringan  Modem---Switch----Router
Seperti jaringan di kantor yang masih menggunakan kabel Lan di setiap PC, Kamar2 di hotel yang hanya memberikan koneksi kabel Lan atau kita yang masih berlangganan internet melalui kabel Lan dari warnet di depan rumah. Tinggal colok kabel Lan ke port WAN Router maka hostpot wifi sudah aktif tanpa repot2 colok ke modem. Ini sudah saya praktikan dan terbukti berhasil. 

PERANGKAT DASAR UNTUK MEMBANGUN JARINGAN WAN/WIFI

  • Antena grid 
  • Switch / HUB
  • Router
  • Radio Indoor / Outdoor
  • Kabel UTP
  • Konektor Rj 45
 1. Antena Grid 24 Mhz
 
Antena grid merupakan salah satu antena wifi yg paling populer. Perangkat keluaran TPLINK ini berfungsi untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point, multi point, atu sebagai client dai RT/RW NET. 
Fungsinya adalah dimana antenna ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan sisitem gelombang radio 2,4 Mhz.Dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.


2.  HUB atau Switch 


Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa Node atau titik sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer Server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.
Jika akan dilakukan pengembangan HUB juga bisa dihubungkan ke HUB berikutnya secara up-link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya memiliki port 16 port plus 1 port untuk server atau hub lain. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB tambahan.

Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu manageable HUB dan unmanageable HUB. Manageable HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan software yang di bawahnya. Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya dilakukan secara manual. 
3. Router


Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Contohnya bisa berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network) atau jaringan global seperti Internet.
Fungsinya :
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
4. Radio Indoor / Outdoor 
Whether you put in a window or mount it outdoors this 14dBi antenna will give you a significant WiFi signal boost. A standard router uses a 2dBi antenna to cover your entire house. Keep in mind that with every 3dBi of antenna power, your signal becomes twice as strong. Because of this doubling effect, the 14dBi antenna is more than 15 times stronger than a standard router antenna.
When mounting this directional antenna, be sure to aim the flat side towards where the WiFi signal is coming from. This will give you the best results. The 12-inch cable has a heavy-duty N-Female connector, which is most common for outdoor installations. With a few accessories, you can connect this antenna to your computer, router or other device.

Kabel untuk jaringan
aat ini ada beberapa tipe dan jenis kabel yang digunakan untuk suatu jaringan. Kabel UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik adalah yang populer dan banyak digunakan.
Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis Coaxial. Namun sesuai perkembangan HUB atau Concentrator penggunaan kabel ini pun mulai berkembang dan kabel UTP yang dipilih, karena selain harganya tidak terlalu mahal namun kemampuannya bisa diandalkan.
Kabel jenis lain yang sempat populer awal tahun 1990-an adalah kabel coaxial. Kabel jenis ini hampir sama seperti kabel antena televisi. Kabel lain yang juga sangat populer adalah Fiber Optik (F/O). Kabel jenis ini sangat mahal harganya, tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi.
Twisted Pair Cable (UTP)
Kabel Twisted Pair Cable ini ada dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
Twisted-pair (dikenal juga sebagai 10 BaseT) cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network.
Pada twisted-pair network, komputer disusun membentuk suatu  pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted-pair yang tersentral pada HUB, contoh jaringan seperti ini seperti terlihat pada gambar 3.
Twisted-pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Bahkan dengan HUB ini bisa dirangkai menjadi suatu jaringan yang besar.
Saat ini ada beberapa  grade, atau kategori, dari kabel twisted-pair. Category 5  adalah yang paling reliable dan memiliki kompatibilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10 Mbps network, dan  Fast Ethernet. Anda dapat membeli kabel Category 5 yang telah dibuat, atau membuatnya sendiri.
Kabel Category 5 dapat dibeli atau dibuat baik yang straight-through atau crossed. Suatu kabel Category 5 memiliki 8 kabel kecil yang masing-masing memiliki kode warna di dalamnya dari ujung ke ujung. Hanya kabel kecil 1, 2, 3, dan 6 yang digunakan oleh Ethernet network untuk komunikasi. Walaupun hanya 4 kabel yang akan digunakan, tetapi masing-masing 8 kabel semuanya terhubung ke jack.
                                           Gambar 9. Contoh kebl UTP untuk jaringan
Tipe kategori Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) :
- Kategori 1 : Untuk koneksi suara / sambungan telepon/telpon
- Kategori 2 : Untuk protocol localtalk (Apple) dengan kecepatan data hingga 4 Mbps
- Kategori 3 : Untuk protocol ethernet dengan kecepatan data hingga 10 Mbps
- Kategori 4 : Untuk protocol 16 Mbps token ring (IBM) dengan kecepatan data hingga 20 Mbps
- Kategori 5 : Untuk protocol fast ethernet dengan kecepatan data hingga 100 Mbps
Kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel Crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB (ada beberapa pengecualian: beberapa jenis HUB memiliki up-link port yang telah dicross secara internal, yang mana memungkinkan Anda melakukan uplink HUB dengan suatu straight cable sebagai gantinya).
Pada suatu kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada satu ujung juga di kabel  1, 2, 3, dan 6 pada ujung lainnya. Pada suatu kabel crossed, urutan dari kabel diubah dari ujung yang satu ke ujung lainnya: kabel 1 menjadi 3, dan 2 menjadi 6.
Untuk menggambarkan urutan kabel mana yang nomor 1, pegang RJ-45 tip dengan bagian tembaganya menghadap pada Anda sesuai gambar berikut.
                          

                            Gambar 10. Contoh kebl UTP yang dipasang conector RJ45